Minggu, 23 Desember 2012

Kesatria Wanita dan Eco-Japaneseme

Di film-film Jepang banyak pemeran utama adalah seorang wanita. Seperti di film Sailor Moon, Magic Knight Rayearth, Card Captor Sakura, Hana Yori Dango, Hanazakari no Kimi Tachi e, Hotaru no Hikari, The Third dan masih banyak lagi.

Sepertinya Jepang sangat menyukai sosok wanita yang perkasa ya, maksudnya yang berkarakter kuat dan tak mudah di jajah pria ^^a.

Dalam paham Eco-Feminisme mengatakan bila wanita mulai dijajah pria maka alam akan rusak karena hilangnya sifat kasih sayang (Feminin) pada wanita. Jika wanita menderita maka alam akan menderita. Paham Eco-Feminisme berpendapat bahwa wanita punya kemampuan memahami alam lebih dari pada pria.

Oleh karena itu, wanita memegang peranan yang sangat penting dalam pengelolaan alam. Namun bukan berarti pria yang merusak alam. Di sinilah kelemahan paham Ecofeminisme. Karena menganggap hanya wanita yang punya sifat kasih sayang. Pria juga punya sifat kasih sayang selama hati nuraninya tidak buta.

Saya mencoba memunculkan sebuah pemahaman baru bernama Eco-Japaneseme yaitu baik pria maupun wanitanya sama-sama memiliki sifat kasih sayang terhadap alam. Dan wanita-wanita di Jepang mempunyai semangat bertarung yang tidak kalah dengan laki-laki. Sehingga wanita tidak mudah dijajah serta alam dan manusia dapat bersatu.

Oleh karena itu kesatria wanita seperti di film-film Jepang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk membela lingkungan di Indonesia.

Jepang itu berhati pedang tetapi selembut bunga sakura (baik pria maupun wanitanya). Jiwa petarung dari seorang laki-laki berbaur dengan kelembutan hati seorang wanita pecinta alam.

itulah Jepang. Jepang memang pernah kebablasan dalam menyenangi pertarungan saat perang dunia kedua. namun karena melihat "Neraka" bom hiroshima dan nagasaki. Jepang semakin terasah hati nurani kasih sayangnya. bahwa...tanpa adanya hati nurani kasih sayang. dunia ini akan hancur seperti Hiroshima dan Nagasaki. oleh karena itu...semangat bertarungnya digunakan untuk melindungi sesuatu.

banyak kisah-kisah di dalam film-film Jepang yang menjelaskan pemahaman sifat-sifat orang Jepang itu. dan negeri mereka memang sangat terkelola sumber daya alamnya. literatur untuk bisa menjelaskan pemahaman Eco-Japaneseme hanya bisa dijelaskan melalui film-film jepang dan buku2 filosofi Jepang. dengan semangat juang tinggi untuk bertempur bukan untuk kehebatan dan menindas yang lemah. tetapi lebih kepada tujuan untuk melindungi hal yang disayangi.

sebut saja Rurouni Kenshin. melindungi negeri Jepang dengan gagah berani untuk orang-orang yang dikasihinya. biasanya orang jepang suka latihan berpedang dan setelah itu langsung ber-ikebana-an (seni merangkai bunga). sebagai kebiasaan jepang. sifat lelaki yang senang bertempur harus diseimbangkan dengan kecintaan kepada hal-hal yang indah.

oleh karena itu, terkadang ada aja orang jepang cowok tetapi seperti perempuan atau sebaliknya perempuan seperti laki-laki. orang Jepang memang aneh. tetapi itulah mereka. negara yang sangat seimbang. sehingga kehidupan mereka berkelanjutan walau negaranya sering gempa, tanah pertaniannya hanya 5%, negara 4 musim (matahari tidak selalu ada). kebijakan lingkungan mereka pun setara dengan kebijakan ekonomi dan lainnya.

tidak seperti di Indonesia. yang sinar matahari melimpah, tanah pertaniannya sangat luas. tetapi diperkosa alamnya. mari sebarkan Eco-Japaneseme di Indonesia. untuk penyelamatan alam Indonesia



Sumber:
http://green.web.id/blogs/192/216/kesatria-wanita
http://green.web.id/blogs/192/199/eco-japaneseme

Ibu dan Anak Jepang Pemungut Sampah

Tak sedikitpun rasa malu memungut sampah terlihat dari wajah sang Ibu yang dengan kerendahan hatinya memungut sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

bersama anaknya. sang ibu mengajarkan untuk membantu masyarakat yang kurang kesadaran tentang kebersihan lingkungannya. tentu hal ini sangat berbeda dengan orang tua kebanyakan yang akan melarang anaknya bermain dengan sampah.

Malu...bukan ibu itu, tetapi saya. saya hanya bisa melihat tapi tak bisa membantu. yang bisa saya lakukan hanya bertanggung jawab dengan sampah saya sendiri. kalau sampai tahap berkorban seperti ibu itu. saya belum sanggup.

kenapa ya? kok di dunia ini ada aja orang yang mau mengorbankan diri demi orang lain. bahkan dengan bangsa lain yang ga ada kepentingannya dengan negaranya sendiri. sebenarnya kekuatan hati seperti apa sih yang dimiliki orang-orang Jepang sehingga mereka bisa menjadi bangsa yang begitu memperhatikan kebersihan.

kenapa ya orang Indonesia kok ga sadar-sadar juga. sampai kapan sih kejorokan ini terus berlanjut. hanya buang sampah di tempatnya aja enggak bisa. sesusah itukah berbuat baik?...ayolah. malu mungut sampah? yang malu harus membiarkan sampah beterbangan.

Mulai sekarang guys...jadilah pemungut sampah dan tunjukkin kepada orang-orang. kita harus bergerak lebih aktif untuk memajukan bangsa ini.

Sumber: http://green.web.id/blogs/192/224/ibu-dan-anak-jepang-pemungut-sam

Sumur Resapan

Masalah yang sedang menjadi topik utama saat ini adalah soal kelangkaan air yang dialami oleh berbagai daerah di tanah air. Air merupakan unsur pokok yang sangat vital dan semua makhluk sangat membutuhkan keberadaannya, tidak terkecuali manusia. Namun saat ini untuk mendapatkan satu ember air saja warga harus rela berjalan puluhan kilo, naik turun bukit. Itupun baru untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, belum untuk mandi, mencuci, apalagi untuk ternak maupun tanaman. Bahkan para peternak harus rela menjual sebagian ternaknya untuk membeli air dengan tangki – tangki, dan untuk menyiram tanaman mereka di ladang. Demikian gambaran yang nyata keadaan kekeringan yang terjadi sekarang ini.

Kekeringan yang terjadi tahun ini dirasakan memang lebih panjang dan lebih parah dari tahun – tahun yang lalu. Hal ini diperparah lagi dengan semakin buruknya kualitas tanah yang ada juga semakin kurang pedulinya masyarakat akan pentingnya pelestarian tanah dan air. Sumur resapan sangat bermanfaat baik dimusim hujan maupun kemarau, karena fungsi dari sumur resapan tersebut dapat menurunkan laju aliran permukaan, meningkatkan infiltrasi juga mengurangi evaporasi.


Dengan dibuatnya sumur resapan pada suatu daerah maka akan didapatkan manfaat yang sangat besar bagi daerah tersebut juga daerah sekitarnya. Sebagai contoh dengan dibuatnya sumur resapan maka air hujan yang jatuh dipermukaan tanah akan masuk ke sumur resapan tersebut sehingga laju aliran permukaan dapat dikurangi. Hal ini juga sebagai cara untuk menanggulangi bencana erosi, karena lapisan tanah yang diatas tidak ikut terbawa aliran air hujan / aliran permukaan. Selain dari itu juga diperoleh manfaat lain dari sumur resapan yaitu tingginya tingkat infiltrasi air hujan, sehingga akan memperkaya kandungan air tanah yang dapat sebagai cadangan air bila musim kemarau datang. Manfaat yang didapatkan oleh daerah lain terutama daerah dibawahnya adalah tersedianya air tanah maupun sumber air. Untuk itu sangat diharapkan kesadaran dari masyarakat terutama yang berada di catchment area atau daerah tangkapan air untuk membangun sumur resapan sebagai upaya konservasi tanah dan sumber mata air.


Permasalahan.

Dengan keadaan yang memprihatinkan tersebut perlu dipikirkan solusi yang tepat serta diupayakan langkah yang relatif mudah untuk mengatasi permasalahan mengenai air ini, dengan tujuan untuk menanggulangi dampak yang mungkin terjadi pada saat musim kemarau panjang. Dengan program tersebut diharapkan warga masyarakat yang daerahnya masih luas dan lapang bisa membuat sumur resapan dan mendapatkan manfaat yang berarti.

Tujuan.

a. Menurunkan laju aliran permukaan (run-off).
Diharapkan dengan dibangunnya sumur resapan didaerah tersebut maka air hujan yang jatuh di permukaan tanah akan dapat meresap ke dalam tanah lewat sumur – sumur tersebut sehingga tidak terjadi aliran permukaan yang besar.
b. Meningkatkan infiltrasi.
Dengan masuknya air hujan kedalam sumur – sumur resapan tersebut, maka dapat dikatakan mempertinggi infiltrasi yang akan dapat menambah ketinggian muka air tanah. Air tanah inilah yang nantinya sangat bermanfaat bagi warga masyarakat dimusim kemarau.
c. Mengurangi evaporasi.
Air hujan yang jatuh langsung di permukaan tanah apabila tanah tidak mampu menyerap air maka akan timbul genangan – genangan air yang akan terevaporasi dan menguap tanpa sempat meresap kedalam tanah.
d. Penyeimbang neraca hidrologi.
Dengan semakin banyaknya air yang masuk kedalam sumur resapan maka akan memperkecil rasio cadangan air antara musim penghujan dan kemarau.

Manfaat.

1. Meningkatkan ketersediaan air daerah dibawahnya.
2. Mengurangi resiko kekeringan di musim kemarau dan bahaya banjir di musim penghujan, khususnya untuk daerah hilir.
Menyeimbangkan neraca hidrologi agar rasio perbedaan antara musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam.
3. Meningkatkan resapan air ke dalam tanah (infiltrasi).
4. Mengurangi sedimentasi dan fluktuasi debit air sungai.
 Sumber:Masyarakat Peduli Lingkungan

Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Publik

Public Green Open Space atau ruang terbuka hijau publik adalah sebuah sarana yang harus ada di di sebuah kota. RTH publik bisa berupa jalur hijau, sepadan sungai, taman kota atau hutan kota. Di negara-negara maju setiap kota diwajibkan memiliki RTH sebesar minimum 40%... namun kebijakan di Indonesia minimum 30 %.

namun walau kebijakannya sudah diturunkan tetap saja lahan-lahan yang masih kosong justru dibuat perumahan dan mall. sehingga RTH di Jakarta hanya tersisa 9% saja.

RTH publik dirasa tidak penting karena pemanfaatannya yang kurang oleh warga kota..sehingga manfaatnya tidak dilirik oleh pemerintah. pemerintah cenderung mengesampingkan manfaat RTH publik dan menggantinya dengan yang lebih bermanfaat seperti Mall, perkantoran dan perumahan.

untuk itu kita harus berusaha menjadi pelopor dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau publik. dimulai dari Jakarta dan selanjutnya diharapkan dapat menyebar ke seluruh Indonesai.

bagaimana cara mempeloporinya?

Ayoo...manfaatkan RTH publik di lingkunganmu. untuk wisata keluarga, reunian, atau kumpul komunitas.

Taman kota yang saya tahu adalah taman Suropati, Taman Monas, Taman Menteng, Taman Ayodia dan Taman Situ Lembang.

Hutan Kota yang saya tahu adalah Hutan Kota UI dan Hutan Mangrove Muara Angke.

selamat menikmati RTH Publik ^_^

 
Sumber: http://green.web.id/blogs/192/248/pemanfaatan-ruang-terbuka-hijau

Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia


Pertanian Terpadu Bebas SampahIndonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Produk pertanian selama ini menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian.

Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi harapan baru untuk  meninggalkan pola hidup lama yang penuh dengan bahan kimia tersebut. Pertanian Organik kini menjadi idola baru dalam dunia bisnis pertanian (Agrobisnis), hal ini seiring dengan munculnya kegelisahan sekaligus kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan, sayuran dan buah-buahan yang bebas dari bahan-bahan kimia.

Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik nasional dan ekspor meningkat tajam.

Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Pertanian organik telah berkembang cukup pesat di Indonesia. Berdasarkan data Statistik Pertanian Organik Indonesia, total luas area lahan pertanian organik di Indonesia pada 2010 seluas 238.872,24 hektare. Jumlah luasan tersebut meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Peningkatan pertanian organik di Indonesia itu, tumbuh seiring dengan peningkatan luas lahan organik di seluruh dunia yang mencapai dua juta hektare.

Perluasan pertanian organik diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih luas dalam pemenuhan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Menurut data IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements), pada Februari 2011, pertanian organik di seluruh dunia mencapai 37 juta hektare lahan pertanian.

Kualitas hidup manusia Indonesia akan semakin baik dengan memberikan dukungan bagi petani-petani organik. Momentum tersebut juga menjadi ruang politik yang baik bagi pemerintah, terutama Kementerian Pertanian dan lebih khusus lagi Otoritas Kompeten Pertanian Organik (OKPO) untuk menunjukkan keinginan politik yang hakiki bagi mandat rakyat untuk mengurus pertanian di Indonesia, terkhusus pertanian organik, perluasan lahan, agar dapat berkembang seiring dengan permintaan produk hasil pertanian organik.
Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain :

1)   Masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik,
2)   Teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.

Kategori Komoditi Pertanian Organik:

1)   Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo. Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
2)   Tanaman Pangan Padi
3)   Rempah dan obat Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya
4)   Perkebunan Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
5)   Peternakan; Susu, telur dan daging

Yuk.....mari kita kembangkan pertanian organik minimal di wilayah masing-masing, atau setidaknya dengan lahan yang sempit, kita kembangkan kebun vertikal.

Jaya dan Mandiri pertanian organik Indonesia

Surakarta, 25 September 2012

Salam LestariEmbarassedIndonesia akan lebih Hijau.

Sumber: http://green.web.id/blogs/1117/221/pengembangan-pertanian-organik-d

Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk menyimpan air tanah

Apa itu Lubang Resapan Biopori (LRB)?

LRB adalah lubang yang dibuat secara tegak lurus (vertikal) kedalam tanah, dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100cm. Atau tidak melebihi muka air tanah dangkal. Lubang perlu diisi sampah organik sebagai sumber makanan fauna tanah dan akar tanaman yang mampu membuat biopori atau liang (terowongan-terowongan kecil) di dalam tanah.

Alat apa saja yang digunakan untuk membuat LRB?

Alat yang digunakan:
bor tanah (Bor Biopori) atau alat lain yang dapat membuat lubang vertikal, seperti linggis dan alat untuk mengeluarkan tanah dari mata bor.
Bagaimana membuat Lubang Resapan Biopori
Cari lokasi yang tepat untuk membuat lubang LRB, yaitu pada daerah air hujan yang mengalir seperti taman, halaman parkir, dsb nya.
tanah yang akan dilubangi disiram dengan air supaya mudah untuk dilubangi.
Letakkan mata bor tegak lurus dengan tanah untuk memulai pengeboran.
Lubangi tanah dengan bor Biopori, (bor Biopori adalh bor untuk tanah mineral, (bor Biopori adalah bor untuk tanah mineral), dengan menekan bor kekanan sambil diputar kekanan hingga bor masuk kedalam tanah.
Dan untuk memudahkan dalam pengeboran, lakukan penyiraman dengan air selama pengeboran.
Nah setiap kurang lebih 15 cm atau sedalam mata bor berhenti, tarik mata bor sambil tetap diputar kearah kanan, untuk membersihkan tanah yang berada didalam mata bor.
Bersihkan tanah dari dalam mata bor dengan menggunakan pisau atau alat tusuk lainnya, dimulai dengan menekan tanah dari sisi dalam mata bor sehingga tanah mudah dilepaskan.
Lakukan terus proses pelubangan tanah berulang-ulang hingga mencapai kedalaman kurang lebih 100cm.
Apabila tanah berbatu atau kerikil, sehingga terhambatnya pengeboran, maka pengeboran dapat dihentikan hingga kedalamn yang bisa ditembus oleh mata bor saja, walaupun hanya mencapai kedalaman kurang lebih 50 cm.

lalu isi dengan sampah organik.
Apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam LRB?

adalah bahan-bahan yang mudah terurai oleh fauna tanah, misalnya daun, rumput dan sisa-sisa makanan atau yang biasa disebut sampah organik. Tapi jangan memasukkan sampah anorganik ya, seperti plastik, kaleng, mika/fiber karena tidak dapat terurai loh!!
Bagaimana LRB bisa meningkatkan daya resap air?
Nah, bila fauna tanah telah membuat terowongan kecil dalam tanah maka luas bidang permukaannya akan bertambah. Sebagai contoh bila lubang bor berdiameter 10 cm maka luas bidang resapan menjadi 3.218 cm2 (setara dengan volume air 1 ember/321.800 cm3)!
Wah bayangkan banyaknya air tanah yang tersedia di lahan kita jika kita bisa membuat banyak lubang LRB!

Apa sih manfaatnya?
a. meresapkan air hujan kedalam tanah
b. menjaga ketersediaan air tanah
Selain itu LRB bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos loh!!!
Kapan dan Bagaimana memanen kompos dari LRB?
Yang wajib dilakukan adalah memberikan pakan bagi fauna tanah, usahakan untuk mengisi lubang dengan sampah organik seiap 5 (lima) hari sekali ya!
Dalam 3 bulan kompos umumnya sudah terbentuk dan siap untuk diangkat (dipanen).
Untuk mengambil kompos dari dalam LRB, lakukan seperti saat melakukan pengeboran, tapi yang kita ambil komposnya.
Selesai panen, isi kembali lubang dengan sampah organik.
Tidak sulitkan?
Dimana lokasi pembuatan Lubang Resapan Biopori
Dihalaman rumah, perkantoran, lapangan parkir
Di parit / selokan yang berfungsi hanya untuk aliran pembuangan air hujan saja
Dilahan kebun dan areal terbuka lainnya
Jangan biarkan air hujan terbuang percuma...!

Ukuran bor biopori:
tinggi/panjang bor 120 cm,
diameter bor 10 cm,
lebar gagang pegangan kurang lebih 40 cm
Ternyata, sangat mudah dan praktis loh kalau kita mau sedikit berusaha
Ayo kita buat LRB sebanyak mungkin, supaya kita bisa mendapatkan manfaatnya....!!!!

untuk menghindari bahaya terperosok dan longsoran tanah pada lubang resapan biopori, bisa dilakukan dengan:
a. beri paralon (pipa pvc) seukuran lubang dengan panjang 10-15 cm
b. bila diperlukan, tambahkan penyemenan (campuran semen dan pasir) di sekeliling mulut lubang
c. bila daerah lubangsering dilalui orang, tutup lubang dengan kawat atau jaring

Manfaatkan Pekarangan Rumah Kita
Dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki, bukan berarti kita tidak dapat berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkingan hidup. dimulai dari pekarangan rumah, banyak hal yang didapat kita lakukan untuk mengelola lingkungan disekitar kita.

* Konservasi Air
isu kelangkaan air bersih sudah menjadi perbincangan di tingkat nasional dan internasional dalam beberapa tahun terakhir ini, untuk membantu mengurangi permasalahn ini manfaatkan pekarangan rumah kita untuk mengkonservasi air, dengan membuat parit/areal/sumur/lubang resapan.
sumber:Masyarakat Peduli Lingkungan

Minggu, 16 Desember 2012

Tips Melestarikan Lingkungan Hidup



Atur tanaman
Menanam banyak pohon hanya baik untuk jangka pendek karena terlalu banyak pohon juga menghasilkan karbon dioksida. Tapi ada alasan lain yang bisa dipakai, misal untuk mengurangi biaya pendinginan dengan menutup perangkat pendingin atau ruangan tertentu dari panas sinar matahari langsung.
Untuk pemilihan tanaman, sebaiknya gunakan yang hanya membutuhkan sedikit air. Pilih tanaman keras. Jika menggunakan tanaman yang butuh banyak air, tempatkan secara bergerombol untuk menghemat pemakaian air dan mengatur kelembaban disekitar tanaman.

Menggunakan barang daur ulang
Memproduksi barang daur ulang lebih mudah daripada memproduksi barang baru. Jadi apabila Kita menggunakan barang daur ulang, kita bisa meningkatkan perdagangan sekaligus juga meminimalkan penggunaan energi. Tidak hanya itu, barang daur ulang biasanya juga lebih murah dari barang baru, bisa sampai sepertiganya.

Jangan Buat Polusi Terlalu Banyak
Polusi adalah masalah terbesar di setiap tempat di dunia saat ini. Muncul dalam berbagai bentuk seperti udara, air dan polusi tanah. Meskipun pencemaran memang tidak bisa dihindari apalagi sekarang sektor industri meningkat, tetap, kami setidaknya bisa meminimalkan penyebab itu.
 
Amati 3 R
3 R itu atau apa yang dikenal kadang-kadang sebagai Reduce, Reuse dan Recycle dianggap paling penting dan efektif dalam menjaga kebersihan sekitar kita. Mengurangi penggunaan elemen yang berbahaya bagi lingkungan kita. Recycle beberapa item seperti kertas, plastik kaca, untuk meminimalkan emisi karbon dioksida ketika hal-hal ini hanya dibakar. Menggunakan kembali beberapa botol, kantong plastik dan kontainer untuk mengurangi sampah di sekitarnya.

Gunakan Eco-Friendly Bahan Pembersihan
Apa kau tidak tahu bahwa zat pembersih yang Anda gunakan di rumah dan di tempat kerja Anda juga dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan kita? Ya itu, Anda baru saja membacanya dengan benar. Ada beberapa bahan kimia yang membawa terlalu banyak membahayakan bagi lingkungan kita. Jadi selalu memilih ramah lingkungan bahan pembersih untuk menjaga lingkungan kita bersih dan hijau. Penggunaan secara terus menerus ramah lingkungan bahan akan menyelamatkan dunia kita untuk generasi masa depan.

Hindari pemakaian kertas sepanjang hari.
74% dari total emisi gas rumah kaca Indonesia (tahun 1994) dihasilkan dari kegiatan penebangan dan kebakaran hutan.
Saat ini, konsumsi kertas Indonesia tahun 2005 sebesar 5,6 juta ton.
Dibutuhkan sekitar 22,4 juta meter kubik kayu untuk memproduksinya.
 
Tidak membuang sampah ke sungai.
Hal ini selain dapat mencemari lingkungan, juga dapat menyebabkan bencana seperti banjir.
Lalu juga dapat menjadi sumber penyakit.